Fakta Tentang Hari Minggu dan Tanggal 25 Desember pada Umat Kristiani

Tulisan ini merupakan penggalan dari isi buku The Jacatra Secret halaman 146 – 148. Pada bagian ini si penulis memberikan gambaran mengenai alasan Umat Kristiani sekarang mengistimewakan hari Minggu sebagai hari ibadah. Padahal, Yesus dahulu tiap hari beribadah di sinagoge, tidak mengistimewakan Minggu. Seperti orang Yahudi lainnya. Yesus menyucikan Sabtu atau Sabbath, bukan Minggu.

Minggu adalah hari besar kaum pagan. Sunday adalah hari kelahiran putra Dewa Matahari, Sun of Day, Hari Matahari. Lalu, Natal tanggal 25 Desember itu sesungguhnya ahistoris dan berasal dari perayaan kaum pagan Roma untuk memperingati hari lahirnya anak Dewa Matahari, Sol Invictus, Matahari yang tak terkalahkan. Sebagian ahli percaya, dia sebenarnya anak dari King of Nimrodz dari Babylonia. Karena itu, Gereja Timur tidak mengakui Natal pada 25 Desember seperti halnya yang diyakini Gereja Barat.

Pada 1994, Paus Yohanes Paulus II sendiri tela mengumumkan kepada umatnya bahwa Yesus sebenarnya tidak dilahirkan pada 25 Desember. Tanggal itu dipilih karena merupakan perayaan tengah musim dingin kaum pagan. Saat itu, umat Katolik gempar. Sejarawan telah banyak mengetahui bahwa 25 Desember tersebutsebenarnya merupakan tanggal kelahiran banyak dewa pagan, seperti Osiris, Attis, Tammuz, Adonis, Dionisius, dan lain-lain.
Gereja, dalamberbagai sejarah dan ritual keagamaannya, punya banyak kemiripan dengan ritual Osirian, agama Mesir Kuno. Bahkan, bagi banyak ahli, gereja awal diyakini sebagai gerakan pembaharuan ritus Osirian.
Berikut beberapa contohnya :
  1. Yesus dianggap anak Allah, ini sama dengan keyakinan kultus Dionisius yang sudah ada berabad sebelum Yesus lahir.
  2. Yesus dilairkan di kandang, ini sama seperti kisah Horus yang lahir di kuil kandang Dewi Isis
  3. Yesus mengubah air menjadi anggur dalam perkawinan di Qana, ini sama seperti apa yang dilakukan Dionisius
  4. Yesus membangkitkan orang dari kematian dan menyembuhkan si buta, ini sama seperti Aesculapius
  5. Yesus diyakini bangkit dari kematian di makam batu, sama seperti Mithra
  6. Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan roti dan anggur yang sampai sekarang ritual ini masih tetap berjalan di gereja-gereja. Padahal, ritual roti dan anggur merupakan simbolisasi penting dalam tradisi Osirian dan juga hamper semua ritual pagan yang memuja Dewa Yang Mati seperti halnya pemuja Dionisius dan Tammuz
  7. Yesus menyebut dirinya penggembala yang baik, ini meniru peran Tammuz, yang berabad sebelumnya telah dikenal sebagai Dewa Penggembala
  8. Istilah ‘The Christ’ pada awal kekristenan tertulis ‘Christos’, sering tertukar dengan kata lain dalam bahasa Yunani, chrestos, yang berarti ‘baik hati’ atau ‘lembut’. Sejumlah manuskrip Injil berbahasa Yunani dari masa awal malah menggunakan kata chrestos di tempat yang seharusnya ditulis dengan Christos. Orang-orang pada masa itu sudah lazim mengenal Chrestos sebagai salah satu julukan Isis. Sebuah inskripsi di Delos bertuliskan Chreste Isis
  9. Dalam injil Yohanse 12:24, Yesus mengatakan, ‘Seandainya biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.’ Perumpamaan dan konsep ini jelas berasal dari konsep ritual Osirian.
  10. Dalam Injil Yohanes 14: 2, Yesus mengatakan, ‘Di rumah Bapa-ku banyak tempat tinggal.’ Ini benar-benar berasal dari Osiris dan di-copy-paste dari Book of the Deadm Kitab Orang Mati Mesir Kuno yang dipercaya disimpan di kota kematian, Hamunaptra.
sumber : Buku The Jacatra Secret hal. 146 – 148

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.